Hachiko yang tidak tahu tuannya meninggal, tetap mendatangi Stasiun Shibuya setiap hari
Cover buku Hachiko: The True Story of a Loyal Dog
Sebelumnya, saya juga pernah menonton film Hachi: A Dog's Tale (2009) karya sutradara Lasse Hallstrom. Film ini dibintangi Richard Gere yang berperan sebagai Professor Wilson. Film yang diangkat dari kisah nyata Hachiko, anjing yang lahir pada 10 November 1923 di sebuah peternakan dekat kota Odate, Akita Prefecture, cukup menguras air mata. Hachiko dikenal karena kesetiaannya yang luar biasa kepada tuannya, Profesor Hidesaburo Ueno. Hachiko diadopsi sebagai hewan peliharaan pada 1924. Sejak dirawat Ueno, Hachiko selalu menanti tuannya di Stasiun Shibuya setiap hari setelah perjalanan pulang dari kerja. Namun, 21 Mei 1925, Ueno meninggal dunia secara mendadak akibat pendarahan otak di Universitas Tokyo, tempatnya mengajar.
Hachiko yang tidak tahu tuannya meninggal, tetap mendatangi Stasiun Shibuya setiap hari. Hachiko kembali ke Stasiun Shibuya setiap hari untuk menunggu kepulangan Ueno di waktu yang sama. Hachiko terus menanti tuannya, hingga ajal menjemputnya pada 8 Maret 1935.
Hachiko mati di dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya akibat infeksi filaria serta kanker hati dan paru-paru. Hampir satu dekade Hachiko menunggu tuannya dengan setia di tempat dan waktu yang sama.
"Hachiko kembali ke Stasiun Shibuya setiap hari untuk menunggu kepulangan Ueno di waktu yang sama"
Hachiko menjadi sebuah simbol kesetiaan. Untuk mengabadikannya, pemerintah Jepang membangun sebuah patung di dekat Stasiun Shibuya. Karena kesetiannya itu Hachiko menjadi karakter lokal yang popular. Hachiko dan tuannya dimakamkan bersebelahan di pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachiko diopset dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan Ueno, Tokyo.
Patung Hachiko yang berdiri kokoh di dekat Stasiun Shibuya adalah titik fokus ingatannya di mana ia selalu menunggu tuannya dengan setia, tak peduli panas, hujan ataupun salju.
Patung Hachiko di Stasiun Shibuya yang menjadi simbol sebuah kesetiaan (dok pribadi yani andriyansyah) 







0 comments:
Posting Komentar